Puluhan Kepala Sekolah Keluhkan Tertundanya Pencairan Sertifikasi
Tubei, Progresiflines.com - Selasa (14/4/2026). Mutasi kepala-kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan lalu, masih meninggalkan persoalan, setelah sebelumnya merebak isue mahar untuk jadi kepala sekolah, kali ini beberapa kepala sekolah yang terkena mutasi, diresahkan dengan terhambatnya pencairan dana sertifikasi mereka, akibat dari mutasi yang dilaksanakan tersebut.
Puluhan Kepala sekolah baik Sekolah Dasar (SD) maupun Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengeluhkan belum bisa dicairkannya dana sertifikasi mereka sejak dua bulan lalu hingga sekarang (Maret-April)
Menurut salah seorang kepala sekolah yang wanti-wanti minta dirahasiakan namanya, terhambatnya pencairan dana sertifikasi tersebut karena tidak-tidak sinkronnya data pokok pendidikan (dapodik) pada sistem di Kementerian pendidikan dasar dan menengah (kemendikdasmen)
"Dana sertifikasi kami ini terhambat pencairannya karena adanya ketidak sinkronan data di dapodik pada sistem di pusat," katanya
"Harusnya kan dulu sebelum dilakukan mutasi, data calon kepala sekolah dikoordinasikan ke pusat, agar bisa di input ke sistem, bukan seperti ini mutasi dulu baru kemudian dilaporkan ke pusat" tambahnya.
Akibat dari terhambatnya pencairan dana sertifikasi ini, kepala-kepala sekolah tersebut merasa sangat terbebani, beberapa pemenuhan kebutuhan seperti biaya sekolah, biaya kuliah anak, bahkan kewajiban pada lembaga keuangan jadi terganggu.
"Karena belum cairnya dana sertifikasi ini, kami merasa cukup terbebani, biaya sekolah anak, biaya kuliah, kebutuhan sehari-hari, bahkan pinjaman di Bank juga terkendala," kata kepala sekolah lainnya.
Terkait persoalan tersebut, kepala-kepala sekolah meminta kepada dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) agar persoalan ini secepatnya segera ditanggulangi.
"Kami mohon agar kepala dinas dapat segera mengusulkan kembali data mereka ke sistem secepatnya, agar beban hidup kami ini dapat sedikit ringa" pungkas yang lainnya.
Sementara itu, Kepala dinas Dikbud Kabupaten Lebong, Fahrurrozi dikonfirmasi melalui whatsapp, Kadis membalas via note voice mengatakan bahwa persoalan tertundanya pencairan sertifikasi tersebut saat ini sedang diupayakan penyelesaiannya agar secepatnya dapat dicairkan.
"Yang jelas itu sudah kami upayakan, memang kendala itu bukan Kabupaten Lebong ajo, se-Indonesia dengan kendala yang sama, tapi Insya Allah dalam waktu dekat ini akan diperbaiki apa yang menjadi kekurangan" kata Fahrurrozi.
Dia menambahkan bahwa sekarang ini regulasi untuk data mutasi kepala sekolah berbeda, tidak outomatic seperti sebelumnya.
"Sekarang ini regulasinya kan berbeda, kalau dulu outomatic" tambahnya.
Menyikapi hal tersebut, Kepala dinas hari ini juga akan memerintahkan Kepala bidang pendidikan agar mengumpulkan kepala-kepala sekolah dan guru untuk mensosialisasikan hasil koordinasinya ke Kemendikdasmen yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
"Jadi hari ini saya perintahkan Kabid pendidikan mengumpulkan kawan-kawan kepala sekolah dan guru untuk menyampaikan hasil koordinasi ke kementerian baru-baru ini" demikian pungkas Kadis.(A.One)
- 68 views
Leave a Reply