Tiga Hari Pasca Banjir Belum Dapat Penanganan, Warga Kampung Terendam Merasa Tidak Dipedulikan Pemkab
Muara Aman, Progresiflines.com - Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa kawasan di Kabupaten Lebong pada Minggu (5/4/2026), lalu masih menyisakan persoalan bagi warga terdampak.
Pada beberapa titik yang dilanda banjir cukup parah, masih ada yang belum mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebong.
Seperti yang dirasakan oleh warga kampung terendam, Desa Kampung Muara Aman Kecamatan Lebong Utara, hingga hari ketiga pasca banjir, warga belum tersentuh perhatian baik dari pemerintah desa, maupun dari Pemkab.
Beberapa warga Kampung terendam yang menghubungi media Progresiflines.com menyampaikan bahwa sejak terjadi banjir hari Minggu lalu, hingga hari ini Rabu 8/4)2026 sama sekali belum mendapatkan perhatian apalagi bantuan. Padahal dampak banjir yang melanda daerah mereka tergolong parah, dimana ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai satu hingga satu setengah meter.
Hal itu mengakibatkan kerusakan pada peralatan elektronik, Televisi, Lemari es dan perabotan rumah lainnya termasuk kasur. Cadangan pangan warga pun, seperti padi dan beras ada yang ikut terendam dan sebagian mengalami kerusakan hingga tidak bisa dikonsumsi lagi.
Kerugian lain dialami warga, beberapa ada yang belum bisa beraktivitas, karena masih sibuk membersihkan dan memperbaiki rumah yang rusak akibat terjangan banjir.
Sukirno misalnya, hingga kini belum bisa bekerja, karena dinamo dan gelundung yang digunakan nya sebagai sumber pencarian sehari-hari mengalami kerusakan akibat terendam air.
"Saya belum bisa kerja, soalnya gelundung rusak, dinamo terendam kemarin. Untuk memperbaikinya ini perlu biaya, sementara saat ini jangankan biaya memperbaiki, untuk makan saja saya dikirim oleh saudara" Kata kirno.
Keluhan juga diungkapkan warga lainnya, dimana cadangan padi dan berasnya terendam serta mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa di konsumsi.
"Kemaren itu air sampai setinggi dinding ini pak, (sekita 1,3 meter-red). Isi rumah berantakan, termasuk padi dan beras di dapur, semua terendam, sebagian beras rusak, tinggal beberapa padi ini yang mungkin masih bisa dimakan" sampai warga yang enggan disebutkan namanya.
"Kemaren itu ada yang mengantar bantuan air mineral beberapa kardus, mie instan sekitar 5 bungkus dan mereka bagikan ke beberapa rumah saja, sementara yang lain tidak" timpal warga lainnya.
"Intinya kami ini juga terkena banjir, dan kami juga mengalami kerugian baik itu barang yang ada dirumah maupun kami sendiri merasa kurang sehat, karena kurang tidur, kami minta pemerintah juga memperhatikan dampak banjir yang kami alami ini, jangan hanya ditempat lain saja yang diperhatikan" sambung warga yang lain.
"Kami minta posko induk penanganan dampak bencana banjir ini proaktif turun kelapangan dan mendata langsung, jangan cuma menunggu laporan dan menerima informasi data korban terdampak di posko" sampai salah satu warga dengan nada agak meninggi.(A.One)
- 131 views
Leave a Reply