Dinas Dikbud Lebong Himbau Sekolah Yang Berpotensi Di Tutup Untuk Proaktif Rekrutmen Siswa Baru
Tubei, Progresiflines.com - Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong menghimbau agar kepala-kepala sekolah di satuan pendidikan yang berpotensi ditutup dan di grouping agar lebih proaktif dalam perekrutan siswa-siswi pada penerimaan murid disetiap tahun pelajaran baru.
Himbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lebong, Fahrurrozi, S.Sos, M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dan Pembinaan, Sirmanto, S.Pd. Rabu (15/4/2026).
Sirmanto mengatakan bahwa himbauan ini perlu kami sampaikan sebagai pengingat kepada kepala dimaksud agar tidak hanya sekedar menjalankan tugas secara normatif saja atau hanya sekedar menjalankan rutinitas.
Dia menambahkan bahwa, perlunya kepala satuan pendidikan tersebut proaktif dalam perekrutan siswa baru agar tidak ada lagi satuan pendidikan yang terpaksa harus ditutup karena tidak ada atau kurang muridnya.
Lebih lanjut Sirmanto menuturkan, Tahun 2025 lalu terdapat satu Sekolah Dasar (SD) yakni SDN 50 di Kecamatan Uram Jaya yang terpaksa ditutup karena sudah tidak ada aktivitas proses belajar mengajarnya lagi dan tidak berpotensi berkembang, data pokok pendidikannya (dapodik) terpantau oleh Kemendikdasmen tidak aktif lagi.
Kemudian Tahun 2026 ini terdapat dua SD yang juga terpaksa di tutup karena persoalan yang sama yakni
SDN 66 dan SDN 44 Mangkurajo.
Mengenai satuan pendidikan yang harus ditutup ini, lanjut Sirmanto, diatur dalam Permendikbud nomor 36 Tahun 2014 Tentang pedoman pendirian dan penutupan satuan pendidikan.
Setiap aktivitas dan perkembangan satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP, dipantau melalui aplikasi dapodik.
Karena itu, pihak Dinas Diknas meminta kepala sekolah di satuan pendidikan masing-masing agar proaktif dalam menjaring siswa baru.
Untuk dimaklumi, ditutupnya satu satuan pendidikan, merupakan kerugian bagi daerah, karena ini merupakan raport merah bagi Dinas secara nasional.
Oleh karena hal tersebut pihak Dinas Dikbud menghimbau dengan sungguh-sungguh agar kepala sekolah yang berpotensi di tutup sesuai mandat Permendikbud untuk lebih aktif mensosialisasi, mempromosikan agar orang tua murid tertarik menyekolahkan anaknya di sekolah dimaksud, mengingat bulan Juli nanti sudah kita masuk tahun pelajaran baru, demikian Sirmanto mengakhiri.(A.One)
- 219 views
Leave a Reply