Skip to main content

Pemkab Lebong Gercep Tinjau Pelapis Sungai yang Ambruk Akibat Banjir

Pemkab Lebong Gercep Tinjau Pelapis Sungai yang Ambruk Akibat Banjir

Progresiflines.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-P) Kabupaten Lebong, mulai meninjau infrastruktur yang rusak di sejumlah titik di Kabupaten Lebong, pasca dihantam banjir bandang pada Selasa 16/4/2024 lalu.

Peninjauan dilakukan Plt Kepala dinas (Kadis) PUPR-P Kabupaten Lebong, Arman Yunizar bersama jajaran di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bingin Kuning, hingga Desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti, Minggu 21/4/2024 siang.Pemkab Lebong Gercep Tinjau Pelapis Sungai yang Ambruk Akibat Banjir

Plt Kadis PUPR-P Kabupaten Lebong, Arman Yunizar mengatakan, peninjauan itu dilakukan usai pihaknya menerima data kerusakan infrastruktur dari desa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong.

Namun, untuk menghitung nilai kerugian secara teknis pihaknya langsung turun ke lokasi. "Jadi, laporan desa tentu beda dengan perhitungan teknis. Makanya, kita langsung turun ke lokasi," ujar Arman Yunizar.Pemkab Lebong Gercep Tinjau Pelapis Sungai yang Ambruk Akibat Banjir

Ia mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan perhitungan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tanah longsor serta banjir. Sekalipun menghitung biaya Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

"Nanti, kita lihat besarannya dan menyesuaikan kemampuan anggaran kita. Karena anggaran kita terbatas," jelas Arman.Pemkab Lebong Gercep Tinjau Pelapis Sungai yang Ambruk Akibat Banjir

Tak hanya itu, rombongan juga langsung bergerak cepat usai mendapatkan informasi bangunan pelapis tebing sepanjang 50 meter di Desa Nangai Tayau Kecamatan Amen Kabupaten Lebong, ambruk pada Selasa (21/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Info terjadinya pelapis tebing ambruk didapat dari masyarakat setelah mendapat laporan, Plt Kadis PUPR-P Kabupaten Lebong, Arman Yunizar segera berkoordinasi dengan BPBD untuk mengunjungi lokasi ambruknya pelapis tebing tersebut.

Tingginya curah hujan serta kuatnya arus aliran Air Kotok diduga menjadi salah satu faktor sehingga bangunan yang baru dibangun tahun 2017 itu ambruk.

"Kita sudah tahu itu, dan tadi kita langsung ke lokasi untuk mencari solusinya. Karena ini bencana alam, data langsung dilaporkan ke BPBD Lebong," sampainya.(**)

Leave a Reply

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <br> <p> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id> <cite> <dl> <dt> <dd> <a hreflang href> <blockquote cite> <ul type> <ol type start> <strong> <em> <code> <li>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

Article Related