Waka II DPRD Empat Lawang Imbau Warga Tak Lakukan Panic Buying BBM
Empat Lawang, Progresiflines.com - Wakil Ketua (Waka) II DPRD Kabupaten Empat Lawang, Wulan Purnamasari, angkat bicara terkait dugaan adanya masyarakat yang melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) akibat fenomena panic buying, Kamis (9/3).
Panic buying merupakan perilaku konsumen yang membeli barang kebutuhan dalam jumlah berlebihan secara tiba-tiba karena kekhawatiran akan kelangkaan atau memburuknya situasi. Fenomena ini biasanya dipicu oleh kondisi krisis, seperti pandemi atau bencana, yang dapat menyebabkan stok barang di pasaran cepat habis, lonjakan harga, hingga terganggunya rantai pasok.
Wulan menjelaskan, sesuai kapasitas penampungan yang dimiliki, Pertamina wajib menjaga ketersediaan stok BBM nasional untuk 21 hingga 25 hari ke depan. Ia menegaskan, pasokan BBM terus dijaga dengan penambahan distribusi secara berkelanjutan.
“Gunakan BBM secukupnya sesuai kapasitas tangki. Stok BBM aman karena distribusi terus berjalan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tindakan menimbun BBM bersubsidi merupakan pelanggaran hukum sesuai Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap membeli BBM secara normal demi menjaga kelancaran distribusi, terutama bagi sektor vital seperti layanan ambulans, angkutan umum, dan logistik bahan pangan.
“Ketersediaan BBM adalah tanggung jawab bersama. Dengan membeli secara normal, kita membantu memastikan distribusi tetap lancar untuk semua, termasuk sektor-sektor penting,” tegasnya.
Selain itu, Wulan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang berkembang, termasuk di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia memastikan bahwa keterbatasan yang terjadi di lapangan bukan disebabkan oleh habisnya stok, melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan yang memiliki ritme distribusi tertentu.
- 5 views
Leave a Reply