Dapat Bantuan Revitalisasi Sekolah, Kepsek SDN 85 Sungai Lisai Bertekad Tingkatkan Mutu Pendidikan Murid
Pinang Belapis, Progresiflines.com - Upaya pemerintah dalam memperbaharui dan meningkatkan sarana serta prasarana pendidikan terus dilakukan. Anggaran negara yang digelontorkan untuk hal itupun terhitung cukup besar (Selasa 4/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto memandang bahwa bidang pendidikan dasar dan menengah tidak bisa dikelola dengan sarana dan prasarananya yang apa adanya.
Ribuan gedung sekolah di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak(TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), tiap tahunnya terus diperbaharui dan dibangun.
Berbagai program anggaran di alokasikan untuk merenovasi dan membangun gedung belajar baru. Untuk program rehab dan pembangunan ruang kelas baru tersebut digelontorkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Revitalisasi Sekolah, dan Dana Alokasi Umum(DAU) pun dapat digunakan untuk membangun sarana pendidikan.
Salah satu program Presiden melalui Kementerian pendidikan dasar dan menengah (Kemendikdasmen) yang tengah berjalan saat yakni program revitalisasi satuan pendidikan.
Program ini menyasar seluruh wilayah Indonesia. Salah satu Satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan program ini, adalah SD Negeri 85 Kabupaten Lebong. Sekolah yang terletak di Desa Sungai Lisai Kecamatan Pinang Belapis ini merupakan salah satu sekolah yang dibangun di kawasan terpencil pada desa tertinggal, yang sangat jarang mendapat bantuan program rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikannya.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 85, Appidah, S.Pd menuturkan sekolahnya tahun 2026 ini mendapatkan bantuan dana revitalisasi untuk memperbaharui sebanyak 7 ruang belajar mengajar, dimana pengerjaannya dilakukan secara swakelola dengan melibatkan Komite sekolah dan warga sekitar.

"Kami bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Lebong, atas kepeduliannya kepada sekolah kami, seperti yang bisa di lihat sendiri, kondisi ruang belajar masih ada yang barbahan kayu serta masih berbentuk panggung. Alhamdulilah tahun ini pemerintah memberikan bantuan untuk merehab gedung sekolah Kami" Kata Appidah.
"Kalau jumlah ruang kelas yang kita bangun, ada sebanyak 7 lokal. Untuk pengerjaannya, ini kan petunjuk pusatnya dilaksanakan secara swakelola. Jadi Kami bersama komite sekolah dan memanfaatkan tenaga kerja lokal yang ada disini, hanya saja, mengingat lokasi sekolah yang masuk dalam kawasan terpencil, sehingga akses jalan menuju kesini masih terkendala, hal itu mengakibatkan biaya angkut material bangunan jadi tinggi" tambahnya.
Namun demikian Appidah mengatakan pihaknya tetap merasa bersyukur dan berterimakasih karena sekolahnya mendapat perbaikan dari pemerintah. Untuk itu Dia bertekad untuk terus meningkatkan kualitas belajar mengajar para guru dan murid-muridnya. Dengan dibangunnya ruang kelas yang baru ini, Dia berharap semangat dan motivasi belajar murid semakin meningkat, demikian pungkas Appidah. (A.One)

- 1 view
Leave a Reply