Skip to main content

Sosialisasi JKN Bengkulu: Dari Pentingnya Proteksi Kesehatan hingga Kemudahan Fitur Mobile JKN

Sosialisasi JKN Bengkulu: Dari Pentingnya Proteksi Kesehatan hingga Kemudahan Fitur Mobile JKN

Bengkulu, Progresiflines.com - Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan lagi sekadar program pelengkap, melainkan kebutuhan prioritas bagi setiap lapisan masyarakat. Melalui kepesertaan aktif JKN, hambatan finansial saat mengakses layanan kesehatan dapat sepenuhnya dipangkas.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, dalam agenda Sosialisasi Program JKN BPJS Kesehatan bersama Komisi IX DPR RI di Bengkulu, Sabtu (31/10/2026). Acara ini dihadiri oleh sedikitnya 300 warga setempat yang antusias memahami hak-hak kesehatan mereka.

Nihayatul membandingkan kondisi dunia kesehatan Indonesia sebelum dan sesudah adanya JKN. Dahulu, fasilitas kesehatan hanya jamak diakses oleh kelompok masyarakat bermodal besar atau mereka yang sudah berada dalam kondisi kritis. Namun, kehadiran JKN membawa angin segar yang mengubah lanskap tersebut secara total.

"Sekarang dengan adanya Program JKN, semua orang mempunyai keberanian untuk ke fasilitas kesehatan tanpa perlu memikirkan biaya," ujar Nihayatul.

Ia membagikan pengalamannya saat meninjau langsung layanan cuci darah (hemodialisis) di sebuah rumah sakit. Di sana, puluhan alat bekerja nonstop dari pagi hingga malam demi melayani pasien, termasuk anak-anak muda yang kini rentan mengidap penyakit kronis akibat gaya hidup tidak sehat.

Tanpa JKN, biaya cuci darah yang mencapai Rp1,2 juta per sesi tentu akan melumpuhkan ekonomi keluarga kurang mampu yang harus menjalani perawatan tersebut hingga delapan kali dalam sebulan.

Selaras dengan hal itu, Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Ahmad Saibul Wapa, memaparkan tiga makna utama program ini, yakni Protection (perlindungan dari biaya mahal), Sharing (gotong royong), dan Compliance (kepatuhan pada hukum).

Wafa mengilustrasikan nyata konsep gotong royong ini: iuran dari sekitar 3.095 peserta kelas 3 secara kolektif mampu membiayai satu pasien yang membutuhkan operasi jantung senilai Rp130 juta.

Selain edukasi nilai, BPJS Kesehatan juga mendorong masyarakat Bengkulu memaksimalkan platform digital lewat Aplikasi Mobile JKN. Melalui aplikasi ini, urusan administratif seperti mengambil antrean online atau mengubah data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bisa diselesaikan dengan mudah tanpa perlu mengantre di kantor cabang.(dg)

Leave a Reply

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <br> <p> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id> <cite> <dl> <dt> <dd> <a hreflang href> <blockquote cite> <ul type> <ol type start> <strong> <em> <code> <li>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

Article Related