Dugaan Arogansi Oknum Dishub Sungai Penuh dalam Penertiban PKL Jadi Sorotan
Sungai Penuh, Progresiflines.com - Kegiatan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Sungai Penuh, pada Selasa pagi (15/9/2026), berakhir ricuh. Penertiban yang semula bertujuan untuk menata ruang publik justru diwarnai ketegangan hebat dan adu mulut antara petugas dan pedagang.
Peristiwa ini mendadak jadi sorotan publik setelah video rekaman di lokasi kejadian beredar luas. Dalam video tersebut, seorang pedagang perempuan terlibat cekcok sengit dengan seorang pria beratribut dinas yang diduga merupakan oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh berinisial AC.
Suasana yang kian memanas di tengah jalan membuat sejumlah anggota Satpol PP harus turun tangan guna memisahkan kedua belah pihak dan meredakan situasi agar tidak berjalan ke arah kontak fisik.
Pihak keluarga pedagang menyayangkan sikap oknum petugas tersebut yang dinilai telah melewati batas kewajaran. Mereka menyebut bahwa oknum Dishub tersebut bersikap arogan bahkan diduga nyaris melakukan pemukulan terhadap pedagang di lapangan.
"Penertiban seharusnya menjadi ruang untuk menegakkan aturan secara humanis, bukan justru berubah menjadi arena adu emosi dan intimidasi antara aparat dan masyarakat," ujar salah satu perwakilan keluarga pedagang.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, perselisihan ini ternyata tidak murni karena masalah penertiban hari itu, melainkan dipicu oleh sentimen persoalan lama. Pedagang yang bersangkutan mengaku mengenali oknum AC dan sempat mengungkit kembali dugaan pungutan liar (pungli) yang diklaim terjadi beberapa tahun lalu.
Keluarga membeberkan bahwa beberapa tahun silam, pedagang tersebut pernah didatangi dan diduga dimintai uang sebesar Rp500 ribu oleh oknum tersebut, namun ditolak. Ketika memori kelam itu diungkit kembali dalam penertiban Selasa pagi, emosi oknum petugas langsung tersulut hingga memicu pertengkaran hebat.
Meski demikian, tudingan mengenai dugaan permintaan uang di masa lalu ini masih sebatas klaim sepihak dari keluarga pedagang dan belum terverifikasi secara hukum.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh. Pemkot didesak untuk mengevaluasi total cara kerja dan etika para personelnya saat bertugas di lapangan. Penataan kota memang krusial, tetapi profesionalisme dan kemampuan mengendalikan emosi saat berhadapan dengan masyarakat kecil tidak kalah penting.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh belum memberikan konfirmasi resmi maupun klarifikasi terkait video cekcok anggotanya yang viral, serta tudingan miring yang dilayangkan oleh pihak keluarga pedagang.(Tim)
- 1 view
Leave a Reply